oleh

Teroris Sudah Masuk Merauke, Uskup Mandagi Seruhkan, Umat Katolik Jangan Takut!

KEPPI, KT- Uskup Keuskupan Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C meminta umat katolik di wilayah itu agar tidak takut menghadapi ancaman terorisme. Seruan Uskup Mandagi menyusul ditangkapnya 11 terduga teoris bersama barang bukti berupa bahan peledak cair di sejumlah wilayah Kabupaten Merauke.

“Tanggal 28 Mei 2021, Densus 88 menangkap sejumlah teroris di kota Merauke. Mereka diduga hendak membom gereja di kota Merauke. Kita tentu bersyukur mereka sudah ditangkap. Saya harapkan kita semua jangan takut, sebagai umat Kristen Katolik karena ada Roh Kudus yang menyertai kita,” ungkap Uskup Mandagi dalam kotbah penerimaan sakramen krisma 337 umat di Gereja Katolik Kevikepan Kepi, Minggu (30/5).

Namun demikian, umat katolik diharapkan tetap waspada menghadapi setiap fenomena yang terjadi sekitar, serta tetap berkarya sesuai kehendak Roh Kudus.

Ia mengingatkan pentingnya berkarya sesuai kehendak Roh Kudus dalam segala karya umat ditengah kehidupan bermasyarakat.

“Roh kudus selalu menyertai semua umat Allah yang berkehendak baik. Karya roh jahat  seperti permusuhan, iri hati, sombong, perselingkuhan, korupsi dan lain sebagainya segera ditinggalkan,” tuturnya.

Mgr. Mandagi kepada semua krismawan dan krismawati menyatakan pentingnya menghayati 5 tugas panggilan hidup sebagai umat Katolik yakni liturgia, kerygma, koinonia, diakonia, dan martyria.

Liturgia (liturgi) berarti ikut serta dalam perayaan resmi liturgi. Kerygma (pewartaan) berarti ikut serta membawa kabar gembira karya keselamatan Allah.

Koinonia (persekutuan) yakni ikut serta dalam persekutuan atau persaudaraan sebagai anak-anak Allah.

Berikut, diakonia (pelayanan), ikut serta dalam melaksanakan karya karitatif/cinta kasih melalui kegiatan aneka amal kasih kristiani, khususnya kepada mereka yang miskin, terlantar dan tersingkir.

Dan terakhir martyria (kesaksian) Berarti ikut serta menjadi saksi Kristus bagi dunia.

Selain itu, Uskup Manadagi menekankan pentingnya melaksanakan 5 budaya kerja sebagai umat Katolik di Keuskupan Agung Merauke, yaitu clean, green, disiplin, harmoni dan smile.

Dia berharap tumbuhnya kesadaran dalam diri semua umat Katolik mulai dari kaum hierarki, biarawan/biarawati, dan kaum awam untuk selalu menjaga kebersihan, suka menanam pohon, tertib waktu, selalu menghargai perbedaan dan suka senyum.

“Lima budaya kerja ini perlu digerakan mulai dari keluarga masing-masing untuk seterusnya menjadi gerakan bersama,” ajaknya.

Pencerahan dan penyegaran iman Katolik oleh Uskup Mandagi diharapkan mampu membangkitkan semangat pembaharuan bagi semua umat Allah dalam menghayati tugas perutusannya sebagai saksi Kristus mulai dari diri sendiri, sekarang sampai selama-lamanya. Veni Creator Spiritus.(DOR-R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru